Sehari jadi Mbak Guru

Standard

20130223-173950.jpg

Akhirnya, tanggal 20 Februari datang juga! 🌟🌟
Janjian ketemu di Sheraton tempat mbak karina (Lucia Karina) nginep jam 8 pagi. Untuk kelompok lain mungkin kami ini termasuk yg siang, maklum kami memang mengajar di sekolah pagi dan siang jadi sengaja diatur agar kelasnya berdekatan. Untuk shift pagi di jam ke 3 dan shift siang di jam pertama.

20130221-234114.jpg

Semua dateng ke sheraton dengan gotong-gotong! Saya bawa tas ransel sama kardus guede isinya perlengkapan supaya siap tempur nanti, mbak karina bawa papan bergambar mungkin ada lebih dari 12 Lembar and pak yahya bawa mulai dari bibit pohon sampai hasil hutan seperti minyak kayu putih dan madu. Edan pokoknya persiapan 200%!!

Ngeeeeng meluncurlah kami menuju Simo Mulyo 8. Di mobil Mbak Karina yang ikut KI 1 cerita pengalamannya waktu di jakarta. Terus ngingetin saya dan pak yahya untuk “pokoknya kita harus nanemin pentingnya jujur, kerja keras dan pendidikan yah! Tau sendiri kan, stock orang jujur di indonesia itu dikit?” Hehehehehe.

JRENG JRENG jam 9 pas kami sampai di SD Simo Mulyo 8! Ada waktu 30 menit untuk siap siap. Sambil siap-siap kami ngobrol sama bapak ibu guru di sana. Mereka sangat welcome lho!! Dan sangat suka sharing!

Saya berhubung preparation freak, akhirnya masuk kelas duluan. Beda banget sama jadi dosen, kalau di universitas waktu kita menyiapkan materi dan props seperti LCD, presentasi, biasanya ruangan masih kosong. Ternyata saya lupa kalau anak SD belum ikut moving class jadi lah saya siap siap nempel huruf katakana jepang, masang LCD dan notebook, iket kepala sambil dikerumunin anak SD dan mereka langsung teriak-teriak ,” Mbak-mbak, AISHITERU πŸ’—πŸ’—!” πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ saya cuma bisa stress sambil geli sendiri!

20130223-092856.jpg

9:30 kelas dimulai!
Scenario saya? Terbang jauh nggak keliatan ada dimana, udah forget lesson plan karena siswa antar kelas nggak ada sekat full tembok jadi riuh rendah suara dalam kelas campur sama suara anak anak di kelas- kelas sebelahnya plus suara dari luar kelas rameeeeeeeee bangettt!
Padahal saya udah ada scenario untuk entrance pakai lagu! Yo wis, saya mikir (sambil keringetan😜) langsung pakai happi (jaket orang jepang waktu jualan takoyaki) , terus berdiri depan kelas sambil kasih senjata paling ampuh sedunia. SENYUM.
Anak anak mulai teriak “crows zero! Ninja!! Doraemon!”
Yesss!! I’m officially in their zone, insting saya benar, anak SD memang harus dikasih visualisasi.
Lama-lama mereka mulai diam, kelas mulai fokus. Trus saya buka kelas dengan mengajak mereka tepuktangan judulnya Kumpul Semangat. Make some noise kids!
Baru, saya kenalan sama mereka.

Saya kasih cerita betapa nama saya itu bisa terdengar keminggris padahal singkatan dari kata kata yang bernuansa bahasa jawa.
Abis itu saya bom mereka dengan alphazone hasil modifikasi nanyi “nasi goreng, onde-onde, es campur” dan code sapaan yang mereka harus jawab dengan kungfu woosh!
Bener lho mereka jadi fokus!
Terus saya kenalkan mereka sama abutarou, boneka tangan yang saya bawa. Abutarounya ternyata kenalan pakai Bahasa Jepang!!! Saya minta siswa untuk pencet hidung abutarou biar bisa kenalan pakai bahasa lain, semua tunjuk tangan mau pencet hidung abutarou πŸ™ˆ !! Waktu dipencet, kali ini abutarou nyerocos pakai bahasa inggris, dipencet sekali lagi ternyata pakai bahasa thai!! Wuah kelas mulai chaos!!

20130223-095154.jpg
Selanjutnya lancar-lancar saja, anak anak bisa menerima penjelasan saya jadi penerjemah itu apa… Trus ada yang nanya, “saya bisanya bahasa madura buuuu…..!”
Anak anak shock juga waktu saya cerita kalau diantara lebih dari 5000 bahasa di dunia, sekitar 1000 itu ada di indonesia! Jadi penerjemah bahasa daerah juga penting!!

Trus saya tes mereka. Saya bilang kalau penerjemah itu harus sensitif-perhatian, mampu berpikir cepat, tepat waktu
Nah tes nya untuk tahu anak mana yang berbakat jadi penerjemah! Ini ni tesnya:

20130223-095939.jpg
Saya akui saya memang usil! Anak anak pada panik ada yang minta saya duduk di dekatnya biar bantu ngitung 123×81 (enak saja!)
Saya kasih waktu 3 menit untuk menyelesaikan hehe. Ada lho yang beneran baca soalnya dulu!
Menjelang akhir kelas saya tanya cita-cita mereka. Jawabannya seru seru ada yang mau jadi pemain bola (yang ini kayaknya jawaban mayoritas cowok yang belum punya cita-cita konkrit), jadi dokter (yang ini juga versi ceweknya), jadi pemadam kebakaran karena larinya kencang, jadi pramugari, jadi arsitek, jadi pengusaha batubara dll. Malah ada cewek yang cita-citanya TNI AL widiii manis banget yah!!!
Trus saya cerita apa artinya kerja keras, belajar giat juga termasuk kerja keras untuk never give up, dunia itu luas banget, sukses itu bukan selalu kaya materi…. Kata siswanya “Bapak saya guru nggak punya motor ninja, tetangga sama pemulung punya motor ninja!” Hehehe yaa memang anak-anak di level SD baru bisa lihat yang konkrit aja. Yang penting, jangan putus sekolah dan selalu jujur!

Waktu kelas berlangsung ada yang nanya ,”Mbak dulu pinter ya waktu SD?” Atau ,”Gimana sih caranya jadi penerjemah?”
Alhamdulillah saya bawa diagram step by step untuk jadi apapun!!! Saya bilang apapun, soalnya kalau di bagian kata ‘cita-cita’ diisi dengan profesi apapun yaaa bisa dijalankan!
Saya juga cerita sama mereka, kalau jadi profesi impian mereka memakan waktu lebih dari 10 tahun (kan mereka harus sekolah sampai lulus kuliah..) dan 10 tahun itu terasa lamaaaaa banget, mereka bisa mulai dengan membuat cita-cita jangka pendek.
Terus ada yang nanya, kalo jadi pramugari berarti cita-cita pendek saya itu bisa berenang mbak! Hehehhehehe imut-imut banget ya….

Tapi nggak semuanya happy story sih, ada juga lho anak perempuan kelas 5 yang udah merokok, ada juga yang nggak mau lanjut sekolah abis SD, ada anak yang mau jadi pemulung (siswanya mbak karina)
Kita yang ngajar harus bisa memberi alasan konkrit dan masuk akal anak SD. Kenapa sih ngerokok buruk? Yang ini mereka tau banget jawabannya. Jadi daripada ngulang yang mereka sudah tahu saya bilang aja, daripada ngerokok mending jajan nasi goreng bareng2 10,500 sebungkus rokok bisa beli 10 piring nasi goreng di sekolah, masih ada kembali 500 perak lagi! Kenyang, sehat pulak!

Akhirnya, saya tutup dengan membuat chaos chaos serentak sama siswa terus minta mereka menulis cita-cita di post-it terus ditempel di papan yang dibawa Mbak Karina. Ada yang nanya, ” boleh nulis lebih dari 1?” Terus ada juga yang nulis cita-cita lengkap sama hobbynya…😜
Rasanya mau deh ngajar di SD lain untuk memotivasi lebih banyak siswa untuk dream big! πŸ’

Diakhir hari, malah konyolnya banyak banget yang antri minta apa tebak??? Well nothing much, cuma tandatangan, nama sama nomor HP sayah….

Call me maybe kids?

20130223-173920.jpg

3 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s