Siap-Siap Menginspirasi

Standard

nametagHoreee, saya keterima jadi volunteer di Kelas Inspirasi!!!

Langsung deh saya nge Path, nge Tweet terus pastinya juga update status di Facebook! Ternyata ada juga adik-adik kelas waktu kuliah di Jepang yang keterima adi Volunteer di Yogyakarta dan Jakarta, sedangkan saya tentu saja jadi volunteernya di my current hometown Suroboyo, Rek! And kita bertiga (kayaknya) memang punya ketertarikan yang sama “pembangunan lewat pendidikan” softskills, software, knowledge, attitude, dream… PENTING!

Briefing tanggal 9 Februari 2013. D-Day tanggal 20 Februari 2013. Evaluasi tanggal 23 Februari 2013.

What. Should. I.  Do/Prepare/Think of/Bring/Talk About/Show/Ask/Tell.  Now?

Terlalu bingung sama musti ngapain, akhirnya saya memutuskan untuk wait and see. Maksudnya wait sampai briefing datang dan sementara itu saya see dengan cara membaca SEMUA (Serius inih…., semua) blog, tweet, instagram dan berita tentang kelas inspirasi.

Jujur, saya nggak percaya diri banget untuk jadi guru jadi inspirator (err ini bahasa Indonesia ya bukan bahasa inggris) buat anak-anak SD. Saya bukan CEO Google, saya bukan masterchef, bukan Walikota Solo, bukan Miss Indonesia, bukan  professor penemu, bukan pula successful businessman. Bahkan cita-cita saya pun belum 100% terwujud… Saya; pegawai pemerintah asing, penerjemah, penerjemah tulisan untuk suatu penerbitan dan dosen honorer di salah satu universitas di Surabaya. Kalau dilihat dari profil volunteer lain, saya bukan high profile individual, jadi saya tidak percaya diri. Pengakuan abad ini.

Tapi saya punya semangat, saya passionate untuk bisa menginspirasi siswa/i SD. Bukan untuk menjadi seperti saya, tapi jadi seseorang yang jauh melebihi saya. Bahwa keberhasilan dan kebahagiaan seseorang dinilai dirasakan oleh diri sendiri. I won my battle (well, most of them) and I want Indonesian children to be equipped with the right power, attitude and knowledge to win their own battle! Bukankan seorang guru dinyatakan berhasil saat siswanya tidak memerlukan pelajarannya lagi?

And this is not about me, this is about them. Begitu kata Pak Hikmat Hardono.

Jadi saya luruskan niat, untuk menginspirasi.

Hari Briefing tiba, ketemu teman sekelompok dan kepala sekolah SD tujuan. Saya berada di kelompok 5 SDN Simo Mulyo 8 dengan kepala sekolah Ibu Armayanti. Teman satu kelompok saya adalah Pak Yahya Amin, orang utan eh… forester dari PERHUTANI yang cinta istri (well dia buat surprise event untuk ulangtahun istrinya di akhir sesi briefing dengan membawa buket bunga besar dan maju ke panggung hehehe). Pak Yahya Amin juga pengusaha perusahaan travel, distributor madu dan Alhamdulillah (menurut beliau lho ya..) gagal waktu mencalonkan diri jadi Bupati Rembang. Kelompok saya sebenarnya ada 1 lagi anggota namanya Ibu Meitha yang akhirnya mengundurkan diri dan diganti oleh Mbak Lucia Karina dari Jakarta J, Country Vice President of BlueScope Steel Indonesia Marketing and Solutions. Keren yah? Oh iya, ada lagi 2 volunteer photographer dan videographer, Mbak Dini Aiko (calon arsitek dari ITS) dan Mbak Fadilla (calon psikolog dari UBAYA)

Pulang briefing saya panik!

Akhirnya, Sabtu malam saya berhasil mendownload lagu-lagu jepang yang anak-anak Indonesia pasti tahu seperti Lagu OST Doraemon dan lagu-lagunya JKT 48 yang suka ada di iklan pocari sweat.

Trus, untuk alphazone saya modifikasi lagu KFC, Pizzahut, McDonald yang diajarkan waktu briefing dengan nasi goreng, onde-onde, escampur. Gayanya? Tentu full modifikasi!!! Selain lagu makanan, saya juga buat beberapa macam yell yell semangat biar nanti tidak bosan siswanya sama saya.

Abis itu buntu….

Minggu (10 Februari 2013) saya ke Gramedia, beli karton, cap lucu-lucu bergambar sapi dengan tulisan “great”, magnet, kertas origami sekitar 150 lembar, trus tiba-tiba terinspirasi untuk beli boneka tangan! Hmmm…. J Nemu boneka tangan rasanya kayak Hellen Keller waktu megang air terus bisa bilang “Water…” *lebay*

Image

Kelompok saya memutuskan untuk observasi ke sekolah sebelum hari H. Menurut saya, keputusan ini memang cerdas! Karena kalau belum tahu lokasi sekolah, dijamin nyasar untuk nemu SD Simo Mulyo 8.

Flashback, sebelum observasi (tanggal 16 Feb), 1 minggu kerja di kantor saya banyak korupsi waktu. Pertama, saya jadi banyak menghayal. Terus saya juga harus cari-cari informasi tentang cara menjelaskan pekerjaan pada anak usia SD, cari gambar-gambar yang bisa menjelaskan profesi saya dan tentu saja buat powerpoint yang lucu dengan tulisan sesedikit mungkin. Khayalan saya, kelas itu seperti panggung teater, harus ada story line dengan prolog, klimaks dan epilog. So, I wrote my scenario dan akhirnya berhasil membuat the so-called lesson plan yang lumayan rinci.

komik

Now, kembali ke cerita observasi. Kita janjian di McDonalds Mayjen Sungkono jam 7 pagi. Pas saya datang Fadilla sudah di sana makan bubur soalnya dia lagi sakit O, ow…. Tiba-tiba di BBM Grup Pak Yahya nulis, “ Manda kamu di mana saya sudah duduk di McD bagian luar nih!” Saya sama Dilla celingak celinguk bingung soalnya di seputar penjuru McD tidak menemukan sosok Pak Yahya. Tiba-tiba ada BBM di grup lagi, “Wah! Ternyata saya salah McD, saya malah ke McD Basuki Rahmat!” GUBRAK @___@

Singkat cerita, dengan mengandalkan GPS mobil Pak Yahya, kami (Pak Yahya, Dini, Saya dan Dilla) bergerak menuju area Sukomanunggal. Bagian muka memang sepertinya kawasan elit, ada hotel sommerset, ada restoran bintang 5, ada rumah sakit besar. Nah waktu masuk ke area Simo-nya… baru kerasa, agak marginal. Tanya-tanya sama 2 orang, akhirnya sampai lah kita di SDN Simo Mulyo 8 eh 9 eh 8… eh bingung kita, ternyata 2 SD itu berbagi lapangan (umm tebih tepat disebut gang parkir motor yang lebar kali ya?) yang sama.

Ibu Kepala Sekolah, Ibu Ar langsung mengenalkan kita ke siswa-siswa. Lagi ramai-ramainya ada yang nyeletuk, “Eh yang itu anggota Cherry belle ya?” Kelompok kita yang perempuan semua kecuali Pak Yahya, langsung ketawa. Saya juga menyempatkan diri untuk jajan di kantin dan ngobrol dengan penjaga kantin yang sekaligus penjaga sekolah. Harga nasi goreng seporsi lengkap dengan telur dadar di sana hanya RP 1000 SAJA! WOW!

Sekolah SDN Simo Mulyo 8 memiliki 5 ruang kelas dengan 10 rombongan belajar. Kelas 4-6 yang akan kami ajar totalnya ada 6 rombongan belajar, artinya kami akan mengajar 2 rombel per volunteer. Sekolahnya sendiri memang sederhana, but I’ve seen worse. Justru dari pengalaman saya bekerja sebagai pengelola hibah negara asing untuk salah satunya membangun gedung sekolah, yang penting itu bukan gedungnya, tapi niat belajar, motivasi dan semangat siswa dan gurunya.

Banyak siswa yang tidak mau sekolah, bukan karena biaya, tapi karena baik siswa maupun orangtua, tidak menganggap pendidikan itu penting untuk hidup. Kenyataan mengatakan bahwa banyak orangtua siswa yang berprofesi sebagai pengumpul sampah, pengumpul besi, pedagang yang tidak bersekolah tinggi namun secara materi lebih dari berkecukupan.

Ah, saya jadi makin semangat! Pokoknya, di Hari Inspirasi semoga saya bisa memberi hembusan semangat dan dorongan untuk para siswa bahwa lebih banyak kebaikan yang akan datang dengan sekolah setinggi mungkin dan bahwa dunia itu luas, kita harus mau menjelajahinya. Cie….Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s