Pemikiran Mahasiswa #2008 tentang hubungan Indonesia Jepang

Standard

Nama : Mey Malika NIM : 120810116

Q: 53 tahun sudah Indonesia dan Jepang menjalin hubungan diplomatis. Dari berbagai bentuk kerjasama yg anda pelajari di perkuliahan, kerjasama di bidang apa yang menurut anda paling bermanfaat? mengapa?

A: Menurut saya, bentuk kerja sama yang paling efektif adalah kerja sama dalam Bidang Sarana dan Prasarana. Sebab kerja sama pada bidang tersebut lebih dapat memberikan efek yang dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia secara langsung dan berkelanjutan. Selain itu untuk kedepannya hasil dari pembangunan sarana dan prasarana akan dapat diwariskan pada generasi berikutnya. Jepang baik secara antar pemerintah maupun melalui lembaga multilateralnya seperti JICA dan JBIC, telah banyak memberikan dana bantuan dan pinjaman kepada pemerintah Indonesia. Pada 2011 lalu setelah diadakan berbagai proyek berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana yang akan dilakukan Jepang di Indonesia antara lain pembangunan Tol Akses Tanjung Priok senilai Rp. 722,2 miliar, pinjaman JICA sebesar Rp. 12,7 triliun untuk membangun 15,5 kilometer Mass Rapid Transit (MRT) dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, dan pinjaman senilai Rp. 6 triliun bagi proyek double-double track (DDT) dari Manggarai ke Cikarang (32 km).

Q: Kerjasama Indonesia dan Jepang banyak mendapat kritik dari berbagai pihak. Menurut anda, kerjasama di bidang apa yg bisa anda kritik? Mengapa? Bagaimana sebaiknya?

A: Yakni kerja sama dalam bidang teknologi. Sumber daya manusia Indonesia yang siap untuk mengadopsi teknologi tingkat rendah dan menengah, tetapi dianggap belum siap untuk teknologi tingkat tinggi dan teknologi canggih. Meskipun dalam hal modal sepertinya tidak terlalu dipermasalahkan, namun kendala utama untuk transfer teknologi di industri komponen otomotif adalah kurangnya teknologi know-how, terbatasnya jumlah pekerja terampil, dan tidak tersedianya bahan. Selanjutnya kendala besar lainnya adalah, pakar Jepang cenderung lemah dalam bahasa asing. Hal terpenting dari transfer teknologi adalah transfer know-how dari negara industri ke Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan dua cara, mengirim pekerja Jepang yang berpengalaman untuk mengawasi pekerja Indonesia di Indonesia, khususnya di anak perusahaan Jepang atau perusahaan patungan. Kedua dengan mengirimkan Pekerja Indonesia ke pabrik-pabrik di Jepang dalam rangka pelatihan kerja untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman. Meskipun kedua cara sudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Jepang, namun, jumlah pekerja yang dikirim ke Jepang masih terbatas. Padahal dalam kasus mobil Timor, ratusan pekerja muda sudah dilatih di pabrik KIA di Korea. Menurut Dodik Kurniawan, seorang praktisi dan aktivis LSM WGTT (Working Group for Technological Transfer, dari sudut pandang transfer teknologi, Indonesia akan mengalami kesulitan melakukan transfer teknologi jika selalu membeli produk jadi dari luar negeri. Sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah dan sivitas akademika. Selain itu kita perlu melihat program bantuan teknis yang diberikan ke Indonesia oleh pemerintah Jepang. JICA telah mengadakan proyek dengan berbagai bantuan teknis di Indonesia, Namun, hanya sedikit melibatkan beberapa bentuk pengalihan teknologi industri dan keterampilan.

Q: Sebagai warga dunia, kita dapat melihat bahwa hubungan Indonesia Jepang memberi pengaruh pada isu-isu global. Menurut anda, bagaimana hubungan Indonesia dan Jepang dapat ditingkatkan agar dapat bermanfaat baik secara internal dalam negeri Indonesia Jepang maupun secara global?

A: Dalam meningkatkan hubungan Indonesia-Jepang kita masih harus belajar banyak dari Jepang, terutama dalam masalah soft skill seperti soal kedisiplinan, attitude, dan kepatuhan pada aturan. Hendaknya juga menitikberatkan pada peningkatan kemampuan sumber daya manusia(SDM) Indonesia yang rata-rata masih di bawah Jepang. Karena salah satu kunci sukses dalam proses merealisasikan berbagai program kerjasa sama dibutuhkan SDM yang memiliki intelektualitas hampir sejajar sehingga dalam berkomunikasi dapat dihasilkan saling pemahaman yang nantinya akan berujung pada dicapainya keberhasilan dari suatu kerja sama. Serta diperlukan saling memahami budaya pola pikir masing-masing pihak agar tercipta kelancaran pada saat saling berinteraksi. Selain itu diperlukan perluasan hubungan kerja sama pada bidang-bidang lain, seperti bidang kesenian dan kemanusiaan misalnya. Menurut Profesor Satryo Soemantri, mantan Dirjen Pendidikan Tinggi sekaligus visiting professor di Toyohashi University of Technology, hendaknya kerja sama tidak hanya pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi namun juga bidang seni dan kemanusiaan, mengingat pengalaman Jepang yang berhasil membangun negaranya dengan tradisi kerja keras dan norma-norma yang mereka miliki. Dalam rangka dukungan kemanusiaan bagi Palestina, Indonesia dan Jepang pernah bekerja sama dalam mendukung pembangunan di Palestina. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ASEAN plus 3, di Thailand, pada Oktober 2009, Indonesia dan Jepang telah bekerjasama untuk memberikan bantuan kapasitas dan pelatihan teknis untuk Palestina, di bidang pertanian, kesehatan, dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Kerjasama ini merupakan bentuk dukungan konkrit bagi pembangunan di Palestina. Diharapkan untuk kedepannya semoga berbagai program kerja sama antara Indonesia-Jepang nantinya dapat bermanfaat baik secara internal bagi Indonesia dan Jepang, maupun secara global.

 

Sumber Pustaka

Aris, Achmad. “Proyek Kerjasama RI-Jepang Terancam Molor”. Dalam http://aude23.wordpress.com/ . Di akses tanggal 10 Januari 2012.

Ma’ruf, Anas. lihat “Bisnis Inkubator: Universitas Berbasis Transfer Teknologi”. Pada Seminar Transfer Teknologi Jepang-Indonesia di Institut Teknologi Bandung, 27 Maret 2008.

Okamoto, Yumiko. Pengembangan Teknologi di Indonesia. Kertas Kerja No 124. Stockholm, Swedia. Mei 2001.

Tarmidi, Lepi T. Indonesian Industrial Policy for the Automobile Sector with Focus on Technology Transfer. Makalah ini dipresentasikan pada lokakarya Institut Internasional untuk Studi Asia di Leiden, Belanda, 11-12 Oktober 2001.

Sherlita, Wella. Indonesia Bangun Kerjasama dengan Jepang bagi Kemajuan Palestina. Dalam berita di http://www.voanews.com/ . Jakarta, Rabu, 13 Juli 2011. Di akses tanggal 10 Januari 2012.

“Indonesia-Japan Cooperation to Create Innovative Human Resource for Sustainable Development”. Press Release One Day Seminar, Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang), 2010. Dalam http://www.ppijepang.org. Di akses tanggal 10 Januari 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s