Proyek Pampasan Perang, awal hubungan internasional Indonesia-Jepang

Standard

By: Lazuardi

Awal dari hubungan internasional antara Indonesia dan Jepang sebenarnya tidak bisa dibilang diawali dari hubungan pampas an perang yang dimulai pada tahun 1958. Hanya saja, hubungan pampas an perang antara Indonesia-Jepang merupakan hubungan awal yang mendasari sebuah hubungan setara antara kedua negara, yang dalam artian tak ada yang menjajah dan yang terjajah.

Secara garis besar, proyek pampas an perang Indonesia_Jepang adalah sebuah program bentukan yang harus ditempuh Jepang untuk menebus “dosa” peperangan yang diemban oleh Jepang. jumlah uang yang ada dalam proyek ini adalah $ 223,08 juta yang akan Jepang bayarkan kepada Indonesia. Akan tetapi, yang perlu diingat disini adalah pembayaran pampas an perang untuk Indonesia tidak berupa pembayaran uang secara tunai, melainkan berupa perjanjian proyek antara Indonesia-Jepang.

Metode Pembayaran

Seperti yang telah disebutkan, pembayaran pampas an berupa perjanjian dagang antara Indonesia dan Jepang. tetapi, yang perlu mendapatkan penekanan disini adalah pemahaman mengenai Jepang disini meliputi orang Jepang, baik dari kalangan awam ataupun kehakiman, di bawah pengawasan orang Jepang. Satu hal yang didapat dari sini, perjanjian pampasan antara Indonesia –Jepang terjadi tidak hanya melibatkan negara sebagai negara saja, melainkan juga seluruh bagian dari negara sebagai bagian dari perjanjian.

Untuk metode perjanjian pampasan perang sendiri, Jepang tidak langsung membayarkan $ 223,08 juta itu secara tunai pada Indonesia, melainkan dengan mencicil sejumlah $ 20 juta per tahunnya. Selain itu, dalam perjanjian pampasan itu sendiri, proses perjanjiannya menggunakan bentuk tawar-menawar, dimana Indonesia memberikan penawaran mengenai suatu hal yang selanjutnya akan diklarifikasi oleh pihak Jepang. urutan perjanjiannya sebagai berikut:

  1. Penawaran oleh Indonesia
  2. Ratifikasi Perjanjian
  3. Perundingan Teknis (mengenai mekanisme proyek)
  4. Penelitian kontrak oleh Pemerintah Jepang
  5. Pengesahan oleh pihak Jepang

Berdasarkan pada urutan tersebut, dapat terlihat bahwa Jepang memiliki kendali lebih dalam proses pampasan perang.

Lobi Pampasan

Salah satu bentuk deviasi dari adanya perjanjian pampasan adalah adanya lobi yang dilakukan oleh “beberapa pihak”. Beberapa pihak yang dimaksudkan disini adalah perusahaan-perusahaan Jepang yang tertarik dengan bisnis pampasan itu. Penyebab dari ketertarikan perusahaan Jepang terhadap bisnis yang melibatkan investasi dalam bisnis pampasan perang tersebut dikarenakan oleh sifat investasinya yang aman. Investasinya dapat dikatakan aman karena sudah ada jaminan akan turunnya dana pada proyek pampasan perang.

Sebagai akibatnya, tentu banyak perusahaan Jepang yang melakukan lobi pada pemerintahan Indonesia untuk menjadi bagian dari proyek pampasan. Salah satu perusahaan yang turut ambil bagian dalam lobi tersebut adalah Perusahaan Kinoshita. Perusahaan Kinoshita sendiri hamper menguasai sebagian besar dari proyek pampasan Indonesia-Jepang.

Dengan kata lain, pada proyek pampasan Indonesia-Jepang, terdapat sebuah monopoli yang dilakukan oleh beberapa pihak. Akan tetapi, itu tidaklah bisa disebut sebagai sebuah hal yang curang karena, seperti sebuah ungkapan lama, all is fair in love and war. Perusahaan Kinoshita sendiri memang melakukan lobi yang sangat agresif pada Indonesia. Bahkan, mereka sempat melakukan lobi pada presiden pertama Indonesia, Ir.Soekarno.

Sekilas, seperti itulah hubungan Indonesia-Jepang yang terjalin melalui proyek pampasan perang. Apabila ada sebuah pertanyaan mengenai proyek pampasan perang, bisa dibilang Jepang tidak benar-benar membayar pampasan perang pada Indoneisa. Yang terjadi sebenarnya hanyalah sebuah investasi Jepang terhadap Indonesia karena pada kenyataannya, dengan adanya perjanjian tersebut, Jepang menciptakan sebuah hubungan diplomasi terhadap Indonesia. Lantas apakah hal tersebut buruk? Mungkin tidak, karena sekali lagi, all is fair in love and war. Berbagai hal dalam kehidupan sendiri bsia menjadi sebuah peperangan yang harus dimenangkan.

 

One response »

  1. Pingback: Hubungan Bilateral Bisnis Dengan Negara Lain « Syaifutries's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s