Kerjasama Indonesia-Jepang di Bidang Lingkungan Hidup

Standard

oleh Prasasti Dyah

Kerjasama Indonesia-Jepang di Bidang Lingkungan Hidup

 

Jepang dan Lingkungan Hidup

Jepang mulai mencanangkan program bantuan di bidang lingkungan hidup semenjak mengikuti konferensi G7 di Bonn, Jerman pada tahun 1985. Pada tahun itulah Jepang mulai mengusulkan program Green Peace Corps Initiative dan bersamaan dengan itu Jepang mengirimkan ahli serta sukarelawan dari Japan Overseas Cooperation Volunteers dan mulai menyiapkan peralatan serta bahan dengan tujuan penanaman kembali tanaman agar keadaan hutan dapat kembali seperti semula. Agar dapat tercapai tujuan tersebut, maka dilaksanakan Green Promotion Cooperation Project di 3 negara yaitu Senegal, Tanzania dan Nigeria.

Pada tahun 1989, Jepang mengumumkan kebijakan ODA mengenai lingkungan saat KTT Arche diadakan. Kemudian diperbaharui kembali dengan kebijakan yang baru saat KTT London diadakan pada tahun 1991.

JICA yang juga turut bertanggung jawab pada kelestarian lingkungan hidup, mendirikan Aid Study Committee on Environment pada tahun 1988 dengan melibatkan dan mengimplementasikan dua puluh sektor, beberapa diantaranya adalah konstruksi bendungan, agrikultural, pelabuhan dan jalan. Program JICA selanjutnya adalah di bidang lingkungan yang akhirnya diatur kembali dalam bagian masalah global (Global Issue Division) pada tahun 2000.

OECF atau Overseas Economic Cooperation Fund turut memberi bantuan dengan memberikan pinjaman berskala besar di bidang infrastruktur serta merumuskan OECF Guidelines for Environmental Considerations (Pedoman OECF untuk Lingkungan) pada tahun 1989 dengan harapan dapat menghindari terjadinya kerusakan lingkungan serta keadaan hidup para penduduk. Tahun 1995, OECF merevisi ulang pedoman tentang lingkungan ini agar lebih efisien dari pedoman OECF sebelumnya. Sebagai tambahan, OECF juga memodifikasi bantuan khusus seperti Special Assistance for Project Formation yang membantu penerima dengan memperkerjakan para ahli. Bila dianggap tidak efisien maka dibutuhkan tambahan dan studi lebih lanjut untuk memodifikasi ulang SAPROF.

Jepang menganggap lingkungan hidup sebagai bagian yang penting dari bumi. Karena kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan tersebut, maka Jepang dianggap sebagai pemberi bantuan terbesar di dunia di antara 21 anggota negara yang ikut berpartisipasi memberikan bantuan terhadap lingkungan. Saat ini Jepang telah memberikan bantuan terhadap negara-negara berkembang seperti China, India, Korea, dan khususnya Indonesia.

Jepang juga membuat EMC (Environmental Management Center) yang didirikan pada tahun 1989. Proyek ini didirikan dengan tujuan sebagai penggalang dana dan proyek kerjasama secara teknis. Proyek pertama EMC mulai dilaksanakan pada tahun 1990 dan meresmikan Thai Environmental and Training Center untuk mengawasi keadaan lingkungan, meneliti, serta mengadakan pelatihan.

 

Hubungan Indonesia-Jepang di Bidang Lingkungan Hidup.

Hubungan Indonesia dengan Jepang dianggap memiliki hubungan yang erat karena terkait dengan penjajahan, serta pembayaran pampasan perang yang membuat Jepang semakin banyak membantu Indonesia. Beberapa kerjasama yang dilakukan antara Indonesia dengan Jepang di bidang lingkungan hidup antara lain :

a. Bidang Kehutanan

Kerjasama bilateral di bidang ini telah dilakukan sejak akhir tahun 1960 yaitu dengan dilaksanakannya proyek Mountain Logging Practice in Java. Disamping kerjasama proyek, juga dilakukan kerjasama dalam bidang pendidikan dan pelatihan kerja, technical assistance, pengelolaan hutan, dan perdagangan hasil hutan. Bantuan untuk bidang kehutanan tersebut dapat melalui kerjasama bilateral maupun multilateral dengan menggunakan pinjaman dan hibah. Kerjasama tersebut biasanya dalam bentuk hibah, technical assistance, serta pengiriman staf Departemen untuk mengikuti pendidikan, training, seminar, dan kegiatan lainnya di Jepang.

Bentuk proyek bantuan yang sedang berjalan saat ini :

Forest Fire Prevention Management Project

Carbon fixing forest management in Indonesia

Project for improvement of forest fire

equipment in Indonesia

Biodiversity conservation project phase II

Mangrove information center project

Demonstration study on carbon fixing forest

management in Indonesia

Forest tree management project

 

b. Bidang Pertanian dan Perikanan

Jepang membantu indonesia di bidang pertanian melalui bantuan untuk memajukan pertanian Indonesia. Karena Indonesia merupakan negara yang memiliki musim hujan dan kemarau, maka kebutuhan air untuk pertanian juga sangat penting. Untuk itu, Jepang juga membantu Indonesia untuk melakukan pembenahan sistem irigasi melalui pinjaman. Indonesia-Jepang mulai menjalin kerjasama di bidang perikanan sejak tahun 1958. Saat itu Jepang ikut menandatangani Perjanjian Damai dan mengikuti ekspansi industri perikanan.

 

c. Bidang Penanggulangan Bencana

Jepang dan Indonesia sama-sama termasuk bagian dari negara yang rawan gempa dan gunung berapi. Setelah bencana tsunami yang menimpa Aceh pada tahun 2004, Jepang memberikan bantuan dana, kemanusiaan, dan pengetahuan kepada rakyat Indonesia yang tinggal di Aceh.

 

Selama tahun 1962, Jepang telah mengirim tenaga ahli untuk membantu mengatasi masalah perairan, termasuk di bidang pengendalian bencana. Hingga kini bantuan tersebut terus berlanjut. Tahun 1982 sampai 2006, Jepang membantu tenaga ahli dalam masalah penanganan bencana khususnya gunung berapi. Bentuk kerjasama untuk mengelola limbah dan sampah tersebut adalah dengan mengadakan studi kelayakan, kemitraan, pertukaran keahlian, dan pertukaran informasi. Sementara untuk pertukaran informasi, dapat dilakukan melalui simposium, pendidikan dan latihan

 

d. Energi

Listrik

1. Peningkatan kapasitas energi listrik di Jawa dan Bali.

Jepang memberikan bantuan berupa peremajaan pembangkit listrik berskala besar dari Jawa Timur sampai Jawa Barat melalui pinjaman Yen Pembenahan aliran kabel utama 500KV yang menghubungkan timur dan barat pulau Jawa melalui arah selatan.

2. Pembangunan listrik dalam rangka menjawab perubahan iklim

Jepang memberikan bantuan dalam pengembangan bahan baku listrik yang semburan gasnya lebih sedikit.

 

c. Batubara

Jepang bekerjasama dengan Indonesia di bidang pertambangan dengan mengadakan pelatihan mengenai batu bara, baik di Jepang maupun Indonesia. Kerjasama ini dilakukan untuk menghindari efek terhadap lingkungan akibat batubara.

 

e. Proyek EMC di Indonesia

Didirikan pada bulan Januari tahun 1993 dan proyek ini terus berlangsung sampai sekarang. Tujuan didirikannya proyek EMC ini di Indonesia adalah untuk memperkuat sistem manajemen lingkungan yang mengalami desentralisasi dan mulai diimplementasikan dari bulan Juli 2002 sampai tahun 2006.

Indonesia membutuhkan bantuan dari Jepang melalui EMC ini dikarenakan masalah lingkungan seperti polusi air dan udara serta masalah pembuangan sampah. Dari bantuan ini, Indonesia mendapat bantuan hibah dari Jepang sebesar 2,7 juta yen.

 

 

Prasasti Dyah A.F

120810384

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s