Dinamika dan warisan dari masa peperangan secara riil dan psikologis

Standard

By: Hida A

3,5 Abad dan 3,5 tahun. Dua masa penjajahan yang dialami indonesia oleh dua negara belanda dan jepang. Dua medio yang memiliki perbedaan sistem penguasaan, tujuan, dan impact pada masyarakat indonesia.

3,5 abad pemerintahan belanda menggelayuti bumi indonesia, penguasaan dari tangan ketiga, sistem kolonisasi khas dari bangsa-bangsa eropa yang lebih sering menunjuk sebuah kongsi dagang dalam penguasaan daerah jajahan mereka. Sebuah bentuk penguasaan kelompok yang mendapat kuasa otonomi langsung dari pihak kerajaan untuk mengelola kekayaan yang di olah dari tanah jajahan. Setidaknya hal tersebut berjalan sampai di bubarkanya VOC, ynag kemudian sesuai perkembangn jaman eropa berubah menjadi sistem kapitalisasi dan industrialisasi, yang kemudian mulai diterapkan di Indonesia. Paham humanis yang mincul di dataran eropa melahirkan sebuah konsep balas budi untuk negara jajahan yang diberlakukan dalam bentuk politik etis. Sayangnya hal tersebut tidak merubah tatanan maupun kondisi masyarakat yang memerlukan perubahan. Gap antara penguasa dan terkuasa, ke’alpha’an status, serta hamparan tubuh manusia yang menjadi karpet bagi para kolonial belanda.

Sumbangsih Asia, benih kesadaran yang didapat saat perintisan ‘manusiasi’ rakyat indonesia, yang melahirkan pandangan bentuk korporasi sekelompok golongan dalam satu penyebutan, satu kesamaan kepemilikan dan satu kemauan. Kemenangan Jepang atas rusia memberi semacam sebuah rasa kepemilikian hak untuk memiliki kebanggaan, kebanggaan dari sebuah kelompok yang notabene ‘ter’anggap inferior berhasil meruntuhkan gambaran superioritas kulit putih, sebuah kelompok yang tergambar memiliki superioritas di ats warna kulit dan pemikiran. Hal yang memiliki andil juga dalam pergerakan masyarakat ‘hampir’ Indonesia untuk membantu masuknya pasukan imperial jepang, yang datang membawa janji manis pengembalian sebuah hak untuk memiliki bagi masyarakat indonesia yang ter-kolonisasi sekian lama.

Namun, 3,5 selanjtnya, nominal yang seharusnya lebih pendek dan merupakan akhir dari penantian ternyata memiliki imprint yang lebih membekas bagi rakyat indonesia. Paham-paham fascism serta pengenalan pada rasa chauvinism. Pendidikan yang melahirkan rasa kepemilikan secara utuh, memunculkan chauvisme yang (pada waktu tersebut) berimbas pada perasaan nasionalisasi, pengenalan kepemilikan sebuah rasa bersama  sebagai warga indonesia. Hal ini bukan hanya terjadi pada kaum terpelajar (yang notabene jelas kaum ber’uang’) seperti ketika sumpah pemuda atau semacamnya muncul pada jaman belanda, tapi meyebar ke seluruh masyarakat. Pemerintahan imperial jepang yang berbasis militarism berhasil membentuk dan membebaskan rasa inferioritas yang selama ini ditanamkan oleh pihak kolonial belanda.

Bukan hanya perlawanan balik melawan penindasan yang dilakukan militer jepang, namun juga usaha mempertahankan kemerdekaan yang secara aklamasi diraih dengan independen. Propoganda-propoganda yang dilakukan baik dari pendidikan maupun mass media berimbas dua arah pada masyarakat indonesia.

‘If the Japanese forces should someday advance unhindered into the East Indies,

and Japan treats the East Indies high-handedly or some ill-natured Japanese

behaves in ways that ignore the traditional customs of the peoples of the East

Indies, thereby offending them, then their feelings towards Japan will be even

more filled with hatred than that felt towards the Netherlands, their former ruler’

{Ministry of Foreign Affairs 1941:43).

Sosialisasi yang dilakukan baik dalam pendidikan sejarah maupun perkataan orang-orang tua, menjadikan jaman penjajahan jepang menjadi sebuah catatan hitam melebihi belanda, ynag menempatkan pemerintahan fasis jepang sebagai sebuah kenangan pahit yang dilalui untuk mendapatkan kemerdekaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s