Iklim dan Festivalnya di Jepang

Standard

“Iklim dan Festivalnya di Jepang”

Nihon Jijou

* RAW unedited version*

Kelompok I

  1. T. Adi Sampurno (121013021)
  2. Sukma Prayoga (121013031)
  3. Yosephine

 

I.                   Pendahuluan

 

Jepang berada di kawasan beriklim sedang dengan pembagian empat musim yang jelas. Walaupun demikian, terdapat perbedaan iklim yang mencolok antara wilayah bagian utara dan wilayah bagian selatan.[40] Pada musim dingin, Jepang bagian utara seperti Hokkaido mengalami musim salju, namun sebaliknya wilayah Jepang bagian selatan beriklim subtropis. Iklim juga dipengaruhi tiupan angin musim yang bertiup dari benua Asia ke Lautan Pasifik pada musim dingin, dan sebaliknya pada musim panas. Keempat musim tersebut adalah:
1. Musim Semi dimulai sekitar bulan Maret, dan orang Jepang menyambutnya dengan gembira, karena hari-hari dingin dan tidak bersahabat telah berakhir. Musim Semi ditandai dengan munculnya kuncup-kuncup bunga pohon plum (梅, ume). Dan setelah bunga pohon plum berakhir, muncul kuncup-kuncup bunga paling terkenal di Jepang, bunga Sakura (桜).

2. Musim Panas diawali dengan musim hujan sekitar seminggu, yang disebut Tsuyu (梅雨). Musim Panas di Jepang bisa mencapai suhu maximum 35oC, dengan kelembapan lebih dari 90%. So, gag perlu olahraga angkat besi, dengan duduk diam saja, sudah sukses membuat kita mengeluarkan keringat. Musim Panas dimulai sekitar bulan Juni ditandai dengan pohon-pohon hijau dan nyanyian ribut serangga yang bernama ‘Semi’. Sekolah di Jepang memberi libur Musim Panas sekitar sebulan. Salah satu aktivitas yang disukai kaum muda Jepang di Musim Panas adalah bermain ke pantai dan ke laut. Meski di tiap musim juga diadakan festival, Musim Panas adalah musim dengan jumlah festival terbanyak dan tersemarak.

3. Musim Gugur, ditandai dengan mulai rontoknya dedaunan di pohon-pohon, dan berakhirnya hari panas dan lembab. Berawal sekitar bulan September. Musim ini terkenal dengan daun yang berubah warna jadi kuning, merah, oranye, dan disebut Momiji (紅葉). Para binatang liar seperti beruang, mengumpulkan persediaan makanan untuk ditimbun selama mereka tidur jangka lama di Musim Dingin.

4. Musim Dingin, ditandai dengan turunnya butir-butir salju pertama di awal Desember. Di jaman dulu, Musim Dingin ini adalah musim yang paling berat, dan mungkin paling banyak menelan korban jiwa karena ganasnya cobaan alam dengan hawa dingin dan badai salju. Di beberapa daerah seperti Hokkaido di utara, suhu udara bisa mencapai -20oC. Rata-rata aktivitas orang-orang Jepang di musim dingin ini, adalah bermain ski, snowboard, dan es skating. Serta Onsen / hot spring (Pemandian air panas).

 

Namun, Walaupun di Jepang memiliki 4 macam musim, tetapi pada kenyataannya di antara musim ini terdapat musim-musim sebagai berikut:

 

Haru mulai 20 februari sampai dengan 17 mei.

Shoka (permulaan Natsu) mulai 17 mei sampai dengan 10 juni.

Tsuyu ( musim hujan) mulai 10 juni sampai dengan 15 juli.

Natsu mulai 15 juli sampai dengan 1 september.

Shorin (permulaan Aki) mulai 1 september sampai dengan 10 oktober.

Aki mulai 10 oktober sampai dengan 20 november.

Shoto (permulaan Fuyu) mulai 20 november sampai dengan 1 januari.

Fuyu mulai 1 januari sampai dengan 20 februari.

 

 

 

II.                Musim Penghujan dan Festivalnya di Jepang

 

Musim hujan Jepang disebut tsuyu atau baiu biasanya dimulai pada awal Mei di Okinawa. Di daerah lain, berjalan dari awal Juni sampai sekitar pertengahan Juli. Hokkaido, prefektur paling utara Jepang, secara resmi tidak memiliki tsuyu, meskipun beberapa bagian mengalami hari berawan dan dingin berturut-turut menyerupai tsuyu di awal musim panas. Cuacanya cenderung lebih bagus daripada daerah lain di Jepang.

 

Cuaca selama tsuyu tidak stabil. Meskipun biasanya hujan dengan suhu yang lebih rendah, kadang-kadang memiliki curah hujan yang kurang dan bisa menjadi panas. Pada awal musim penghujan sering terjadi hujan lebat di daerah Kyushu.

 

Masalah utama selama musim hujan adalah kelembaban. Masyarakat Jepang cenderung menjadi terganggu oleh karena itu. Mandi sering membantu agar tetap nyaman. Juga, benda-benda yang mudah ditumbuhi oleh jamur. Jika tinggal di Jepang, penting untuk mengontrol udara lemari dan rumah ketika matahari mulai muncul. Banyak kasus keracunan makanan terjadi selama musim ini, jadi penting untuk melihat apa yang dimakan dan tidak meninggalkan makanan keluar dari kulkas.

 

Meskipun tsuyu adalah saat yang suram, hujan sangat penting untuk budidaya padi. Juga, ada banyak bunga-bunga cantik bermekaran. Salah satunya adalah Ajisai (hydrangea) yang merupakan simbol musim hujan di Jepang. Berbagai iris juga mekar selama musim ini.

 

Secara mudah, daerah-daerah di Jepang yang merupakan zona hujan adalah sebagai berikut:

 

 

 

Daerah Mulai Akhir
Okinawa 8 Mei 23 Juni
Selatan Kyushu 29 Mei 13 Juli
Shikoku 4 Juni 17 Juli
Kinki (Osaka, Kyoto) 6 Juni 19 Juli
Kanto (Tokyo) 8 Juni 20 Juli
Utara Tohoku 12 Juni 27 Juli

 

           

 

Sedangkan festival yang terjadi selama musim penghujan di Jepang antara lain:

 

  1. Tango No Sekku

 

Tango No Sekku atau Hari Anak-anak adalah salah satu hari libur resmi di Jepang yang jatuh tanggal 5 Mei. Hari libur ini merupakan serangkaian hari libur di akhir April dan awal Mei yang disebut Golden Week (Minggu Emas) di Jepang.

Hari Anak-anak diperingati sejak tahun 1948 dan ditetapkan dengan undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) untuk “menghormati kepribadian anak, merencanakan kebahagiaan anak sambil berterima kasih kepada ibu.”

Pengibaran koinobori dilakukan untuk menyambut perayaan Tango no Sekku. Koinobori adalah bendera berbentuk ikan koi yang dikibarkan di rumah-rumah di Jepang oleh orang tua yang memiliki anak laki-laki.

Menurut penanggalan Imlek, Tango no Sekku jatuh pada tanggal 5 bulan 5 ketika Asia Timur sedang musim hujan. Orang tua yang memiliki anak laki-laki mengibarkan koinobori hingga hari Tango no Sekku untuk mendoakan agar anak laki-lakinya menjadi orang dewasa yang sukses. Setelah Jepang memakai kalender Gregorian, koinobori dikibarkan hingga Hari Anak-anak (5 Mei). Koinobori yang tertiup angin telah menjadi simbol perayaan Hari Anak-anak. Kalau zaman dulu koinobori berkibar di tengah musim hujan, koinobori biasanya sekarang mengingatkan orang Jepang tentang langit biru yang cerah di akhir musim semi.

 

  1. Festival Tanabata

 

Festival Tanabata atau Festival Bintang adalah salah satu perayaan (pesta kembang api) yang berkaitan dengan musim di Jepang, Tiongkok, dan Korea.

Perayaan dilakukan di malam ke-6 bulan ke-7, atau pagi di hari ke-7 bulan ke-7. Sebagian besar upacara dimulai setelah tengah malam (pukul 1 pagi) di hari ke-7 bulan ke-7. Di tengah malam bintang-bintang naik mendekati zenith, dan merupakan saat bintang Altair, bintang Vega, dan galaksi Bima Sakti paling mudah dilihat.

Kemungkinan hari cerah pada hari ke-7 bulan ke-7 kalender Tionghoa lebih besar daripada 7 Juli yang masih merupakan musim panas. Hujan yang turun di malam Tanabata disebut Sairuiu, dan konon berasal dari air mata Orihime dan Hikoboshi yang menangis karena tidak bisa bertemu.

Festival Tanabata dimeriahkan tradisi menulis permohonan di atas tanzaku atau secarik kertas berwarna-warni. Tradisi ini khas Jepang dan sudah ada sejak zaman Edo. Kertas tanzaku terdiri dari 5 warna (hijau, merah, kuning, putih, dan hitam). Di Tiongkok, tali untuk mengikat terdiri dari 5 warna dan bukan kertasnya. Permohonan yang dituliskan pada tanzaku bisa bermacam-macam sesuai dengan keinginan orang yang menulis.

Kertas-kertas tanzaku yang berisi berbagai macam permohonan diikatkan di ranting daun bambu membentuk pohon harapan di hari ke-6 bulan ke-7. Orang yang kebetulan tinggal di dekat laut mempunyai tradisi melarung pohon harapan ke laut sebagai tanda puncak perayaan, tapi kebiasaan ini sekarang makin ditinggalkan orang karena hiasan banyak yang terbuat dari plastik.

 

 

 

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang (14 September 2011)

http://mengertijepang.blogspot.com/2011/04/4-musim-four-season-di-jepang.html (14 September 2011)

http://freeandzz.wordpress.com/page/2/ (14 September 2011)

http://gojapan.about.com/cs/weather/a/rainyseason.htm (14 September 2011)

http://id.wikipedia.org/wiki/Koinobori (14 September 2011)

http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Anak-anak_(Jepang) (14 September 2011)

http://id.wikipedia.org/wiki/Tanabata (14 September 2011)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III. Musim Dingin di daerah bersalju dan Festivalnya

Karena pengaruh iklim dan letak geografis Negara Jepang, tidak semua daerah di Jepang bersalju pada musim dingin. Hanya beberapa daerah tertentu yang bersalju pada musim dingin, seperti :

 

  1. Hokkaido
  2. Pantai Barat Pulau Honshu
  3. Tohoku
  4. Nagano
  5. Fukui
  6. Kyoto Bagian Utara dan Osaka Bagian Utara
  7. Niigata
  8. Hyogo Bagian Utara sampai Fukuoka/Kyushu Bagian Utara
  9. Pulau Shakalin (Karafuto) 1905-1945

 

Seperti daerah Hokkaido karena merupakan kawasan paling utara di Jepang yang beriklim sedang dengan musim dingin yang panjang dan membekukan, serta musim panas yang sejuk, dan salju banyak turun ketika musim dingin. Pantai barat pulau Honshu akibat tiupan angin dari barat laut membawa salju yang sangat lebat. Pulau Shakalin dalam bahasa Rusia atau Kafaruto merupakan pulau yang berada di sebelah utara samudra pasifik yang berbatasan dengan Rusia. Jepang pernah menguasai bagian selatan pulau Sakhalin dari tahun 1905-1945. Penduduk asli pulau ini adalah Ainu Sakhalin, Orok dan Nivkh. Kebanyakan orang Ainu pindah ke Hokkaido ketika Jepang kehilangan kekuasaan atas pulau ini. Di beberapa kota besar seperti Tokyo sebenarnya turun salju, hanya saja dikarenakan jumlah penduduknya yang padat serta sebagian besar penduduknya menggunakan pemanas ruangan pada musim dingin mengakibatkan salju mencair sebelum menyentuh tanah. Belum lagi dikarenakan efek dari pemanasan global yang juga mempengaruhi beberapa daerah bersalju di kawasan Jepang.

Pada musim dingin sendiri, orang Jepang mulai melakukan persiapan untuk menghadapi musim dingin, diantaranya adalah sering berkunjung ke Onsen, menyiapkan makanan hangat seperti Oden, bermain ski di Habuki dan Fujimi di Nagano, dan tradisi bersih bersih rumah sebelum memasuki tahun baru yang disebut Oosoji.

Walaupun pada musim dingin di Jepang banyak sekali terdapat festival yang berlangsung, tapi untuk daerah yang bersalju kami hanya membahas 2 fesival yaitu Sapporo Snow Festival (さっぽろ雪祭り) dan Kamakura Festival.

 

  1. a.      Sapporo Snow Festival

Merupakan festival salju terbesar yang diadakan di Sapporo, Hokkaido. Festival yang biasanya diadakan pada awal bulan Februari karena pada bulan tersebut masih mengalami musim dingin. Festival ini biasanya diadakan di 3 tempat yaitu Odori Park, Susukino dan Sapporo Community Dome. Festival ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1950. Festival ini pernah terhenti akibat dari perang dunia kedua. Pada awalnya festival ini berasal dari ide membuat patung dari salju yang diambil dari festival salju yang diadakan tahun 1935 oleh murid-murid sebuah SD di kota Otaru. Festival yang pertama bermodalkan 6 buah patung salju buatan siswa SMP dan SMU kota Sapporo, ditambah festival salju di depan stasiun Hokkaido yang diadakan Japanese National Railways (sekarang disebut JR). pada awalnya terdapat batasan dalam membuat patung yaitu setinggi 7 meter, tapi pada festival keempat (1953), batasan tinggi dihapus dan siswa sekolah menengah kejuruan kota Hokkaido membangun ukiran es yang tingginya 15 meter. Mulai saat itu festival salju Sapporo mulai mengalami perkembangan yang sangat pesat. Seperti festival tahun 1972 diadakan bersamaan dengan penyelenggaraan olimpiade musim dingin tahun 1972 dan ikut diperkenalkan di luar negeri. Sejak itu, festival ini mulai dijadikan tujuan oleh wisatawan asing. Sejak tahun 1974, festival dimeriahkan lomba internasional seni pahat es dan salju yang diikuti seniman pemahat dari berbagai kota besar di dunia.

 

  1. b.      Kamakura Festival

Daerah Yokote, Akita terkenal akan festival Kamakura, dimana ditengah musim dingin terdapat rumah salju (Kamakura) yang tersebar di seluruh penjuru kota. Di dalamnya terdapat sajian khas yaitu Amazake (sake manis) dan Mochi untuk diberikan kepada pengunjung. Di dalamnya terdapat altar dimana difungsikan orang orang untuk berdoa untuk keberhasilan panen, keselamatan anggota keluarga, perlindungan terhadap kebakaran dan sukses dalam pendidikan. Di dalam Kamakura terdapat kompor arang yang tujuan utamanya adalah untuk memasak Amazake dan Mochi itu sendiri. Festival yang biasanya diadakan selama 3 hari ini akan berakhir dengan dihancurkannya Kamakura agar tidak menganggu lalu lintas dan mencegah runtuhnya bangunan ketika musim dingin akan berakhir.

 

 

Sumber

http://en.wikipedia.org/wiki/Sapporo_Snow_Festival

http://www.japan-guide.com/e/e5311.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Sakhalin

http://www.jnto.go.jp/eng/attractions/event/traditionalevents/a10_fes_Yokote.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Yokote,_Akita

http://ikhwanpcr.blogspot.com/2010/03/tradisi-kamakura-rumah-salju-kota.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s