Konsep – konsep Dasar dalam Ilmu Hubungan Internasional 国際関係論

Standard

Hubungan Internasional  :

•Hubungan Internasional bisa dipandang dari 2 aspek
1.bidang ilmu : Hubungan Internasional merupakan bidang ilmu yang meninjau semua segi yang mempengaruhi hubungan internasional ataupun (hubungan) transnasional.
2.kejadian : adalah hubungan yang terjadi dalam lintas batas negara baik secara geostrategis, geoekonomis maupun geopolitis : hubungan yang terjadi pada lintas batas negara.
主要な研究対象は国家どうしの:
•外交
•安全保障
•経済関係

*) 国際的な場面だけに限られるわけではなく、外交政策の決定過程などの国内問題も含まれる

•Sebagai fenomena sosial, HI mencakup aspek yang sangat luas dan kompleks.Sebab HI menyangkut semua aspek kehidupan sosial umat manusia, dalam arti semua tingkah laku manusia yang melintasi batas – batas negara.

国際関係論は国際社会において生起するさまざまな事象についての分析を行う研究領域である。

Definisi:

1.Charles A. MC. Clelland, hubungan internasional adalah studi tentang keadaan-keadaan relevan yang mengelilingi interaksi.
2.Warsito Sunaryo, hubungan internasional, merupakan studi tentang interaksi antara jenis kesatuan-kesatuan sosial tertentu (negara, bangsa maupun organisasi negara sepanjang hubungan bersifat internasional), termasuk studi tentang keadaan relevan yang mengelilingi interaksi.
3.Tygve Nathiessen, hubungan internasional mrp bagian dari ilmu politik dan karena itu komponen-komponen hubungan internasional meliputi politik internasional, organisasi dan administrasi internasional dan hukum internasional.

Didasari atas sikap saling meng-hormati & menguntungkan,dengan tujuan :

1.Memacu pertumbuhan eko-nomi setiap negara.
2.Menciptakan saling penger-tian antar bangsa dalam membina dan menegakkan perdamaian dunia.
Menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya.

Level Analisis

POWER <– –>INTERDEPENDENSI

権力 <– –> 相互依存関係

国際関係について哲学的・思想的

Positivism Post-Positivism
bertujuan mereplikasi metode-metode ilmu-ilmu sosial dengan menganalisis dampak kekuatan-kekuatan material. pasca-positivis menolak ide bahwa dunia sosial dapat dipelajari dengan cara yang objektif dan bebas-nilai.
berfokus berbagai aspek seperti interaksi negara-negara, ukuran kekuatan-kekuatan militer, keseimbangan kekuasaaan, dll. teori pasca-positivis pasca-positivis berfokus pada pertanyaan-pertanyaan konstitutif, sebagai contoh apa yang dimaksudkan dengan “kekuasaan”; hal-hal apa sajakah yang membentuknya, bagaimana kekuasaan dialami dan bagaimana kekuasaan direproduksi.
menawarkan berbagai penjelasan yang bersifat sebab-akibat (seperti mengapa dan bagaimana kekuasaan diterapkan) Teori-teori pasca-positivs secara eksplisit sering mempromosikan pendekatan normatif terhadap HI, dengan mempertimbangkan etika. Hal ini merupakan sesuatu yang sering diabaikan dalam HI “tradisional” karena teori-teori positivis membuat perbedaan antara “fakta-fakta” dan penilaian-penilaian normatif, atau “nilai-nilai”.
Neo-realisme, liberalism, idealisme Teori masyarakat internasionalTeori konstruktivisme sosial

Marxisme

Teori kritis dipelopori oleh Jurgen Habermas, istilah kunci : Paradigma Komunikasi, Paradigma Kesadaran, Alienisasi, Emansipatoris.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s