K I S Fair 2013

Standard

KELAS INSPIRASI SURABAYA (KIS) FAIR, Grand City Mall Sby, 25-31 Maret 2013, adalah kegiatan provokasi masyarakat luas untuk peduli pendidikan anak bangsa.

Kami mengajak semua profesional utk turun tangan dalam kegiatan ini dan bersama menyuarakan kepada anak-anak calon penerus bangsa bahwa cita-cita itu nyata. Bahwa profesi apapun itu mulia dan bisa dicapai. Dengan melibatkan diri bergabung, Anda sudah ‘membuktikan’ diri kepada mereka bahwa PROFESI yg Anda sedang jalani sekarang adalah NYATA.

Sesuai namanya, KIS Fair 2013 adalah rangkuman dari kegiatan KELAS INSPIRASI sebelumnya, dimana sekitar 1.000 orang profesional di 6 kota diantaranya : Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo dan Pekanbaru, cuti serentak demi MENGAJAR SEHARI utk menginspirasi anak-anak pelajar sekolah dasar bahwa tidak ada cita-cita yg tidak mungkin terengkuh. Mereka menjadi inspirasi hidup.

Agenda KIS Fair : Pameran Foto, Cooking Experience Chef Ternama, Melukis Pasir dan berbagai macam talk show inspiratif seperti ‘Bagaimana Menulis Kreatif’, ‘Mengembangkan Hobi Jadi Usaha’ dan tema menggugah lain.

Mari berkontribusi menyuarakan LEBIH KERAS agar punya DAMPAK LUAS. Bukan demi kita tetapi anak cucu kita. Karena sedianya acara ini akan menjadi pijakan dari sebuah rencana mulia “KELAS INSPIRASI JAWA TIMUR”.

Sumbangsih Anda dalam bentuk apapun di kegiatan ini memberikan efek berarti bagi kehidupan siapapun di negeri ini.

“Satu orang turun tangan adalah lebih baik dari sejuta orang yg berpangku tangan.”

Info detil seputar KIS FAIR dapat menghubungi tim Humas KIS Fair 2013 :

Ficky A. Hidajat (081 751 42262)
Jairi Irawan (0821 310 16105 / 0856 4915 7553)

Atau mention kami di twitter @KlsInspirasiSBY
Facebook Fanpage : Kelas Inspirasi Surabaya.

Salam Hangat,
Humas KIS Fair 2013

[/]

Sehari jadi Mbak Guru

Standard

20130223-173950.jpg

Akhirnya, tanggal 20 Februari datang juga! 🌟🌟
Janjian ketemu di Sheraton tempat mbak karina (Lucia Karina) nginep jam 8 pagi. Untuk kelompok lain mungkin kami ini termasuk yg siang, maklum kami memang mengajar di sekolah pagi dan siang jadi sengaja diatur agar kelasnya berdekatan. Untuk shift pagi di jam ke 3 dan shift siang di jam pertama.

20130221-234114.jpg

Semua dateng ke sheraton dengan gotong-gotong! Saya bawa tas ransel sama kardus guede isinya perlengkapan supaya siap tempur nanti, mbak karina bawa papan bergambar mungkin ada lebih dari 12 Lembar and pak yahya bawa mulai dari bibit pohon sampai hasil hutan seperti minyak kayu putih dan madu. Edan pokoknya persiapan 200%!!

Ngeeeeng meluncurlah kami menuju Simo Mulyo 8. Di mobil Mbak Karina yang ikut KI 1 cerita pengalamannya waktu di jakarta. Terus ngingetin saya dan pak yahya untuk “pokoknya kita harus nanemin pentingnya jujur, kerja keras dan pendidikan yah! Tau sendiri kan, stock orang jujur di indonesia itu dikit?” Hehehehehe.

JRENG JRENG jam 9 pas kami sampai di SD Simo Mulyo 8! Ada waktu 30 menit untuk siap siap. Sambil siap-siap kami ngobrol sama bapak ibu guru di sana. Mereka sangat welcome lho!! Dan sangat suka sharing!

Saya berhubung preparation freak, akhirnya masuk kelas duluan. Beda banget sama jadi dosen, kalau di universitas waktu kita menyiapkan materi dan props seperti LCD, presentasi, biasanya ruangan masih kosong. Ternyata saya lupa kalau anak SD belum ikut moving class jadi lah saya siap siap nempel huruf katakana jepang, masang LCD dan notebook, iket kepala sambil dikerumunin anak SD dan mereka langsung teriak-teriak ,” Mbak-mbak, AISHITERU 💗💗!” 😂😂😂😂 saya cuma bisa stress sambil geli sendiri!

20130223-092856.jpg

9:30 kelas dimulai!
Scenario saya? Terbang jauh nggak keliatan ada dimana, udah forget lesson plan karena siswa antar kelas nggak ada sekat full tembok jadi riuh rendah suara dalam kelas campur sama suara anak anak di kelas- kelas sebelahnya plus suara dari luar kelas rameeeeeeeee bangettt!
Padahal saya udah ada scenario untuk entrance pakai lagu! Yo wis, saya mikir (sambil keringetan😜) langsung pakai happi (jaket orang jepang waktu jualan takoyaki) , terus berdiri depan kelas sambil kasih senjata paling ampuh sedunia. SENYUM.
Anak anak mulai teriak “crows zero! Ninja!! Doraemon!”
Yesss!! I’m officially in their zone, insting saya benar, anak SD memang harus dikasih visualisasi.
Lama-lama mereka mulai diam, kelas mulai fokus. Trus saya buka kelas dengan mengajak mereka tepuktangan judulnya Kumpul Semangat. Make some noise kids!
Baru, saya kenalan sama mereka.

Saya kasih cerita betapa nama saya itu bisa terdengar keminggris padahal singkatan dari kata kata yang bernuansa bahasa jawa.
Abis itu saya bom mereka dengan alphazone hasil modifikasi nanyi “nasi goreng, onde-onde, es campur” dan code sapaan yang mereka harus jawab dengan kungfu woosh!
Bener lho mereka jadi fokus!
Terus saya kenalkan mereka sama abutarou, boneka tangan yang saya bawa. Abutarounya ternyata kenalan pakai Bahasa Jepang!!! Saya minta siswa untuk pencet hidung abutarou biar bisa kenalan pakai bahasa lain, semua tunjuk tangan mau pencet hidung abutarou 🙈 !! Waktu dipencet, kali ini abutarou nyerocos pakai bahasa inggris, dipencet sekali lagi ternyata pakai bahasa thai!! Wuah kelas mulai chaos!!

20130223-095154.jpg
Selanjutnya lancar-lancar saja, anak anak bisa menerima penjelasan saya jadi penerjemah itu apa… Trus ada yang nanya, “saya bisanya bahasa madura buuuu…..!”
Anak anak shock juga waktu saya cerita kalau diantara lebih dari 5000 bahasa di dunia, sekitar 1000 itu ada di indonesia! Jadi penerjemah bahasa daerah juga penting!!

Trus saya tes mereka. Saya bilang kalau penerjemah itu harus sensitif-perhatian, mampu berpikir cepat, tepat waktu
Nah tes nya untuk tahu anak mana yang berbakat jadi penerjemah! Ini ni tesnya:

20130223-095939.jpg
Saya akui saya memang usil! Anak anak pada panik ada yang minta saya duduk di dekatnya biar bantu ngitung 123×81 (enak saja!)
Saya kasih waktu 3 menit untuk menyelesaikan hehe. Ada lho yang beneran baca soalnya dulu!
Menjelang akhir kelas saya tanya cita-cita mereka. Jawabannya seru seru ada yang mau jadi pemain bola (yang ini kayaknya jawaban mayoritas cowok yang belum punya cita-cita konkrit), jadi dokter (yang ini juga versi ceweknya), jadi pemadam kebakaran karena larinya kencang, jadi pramugari, jadi arsitek, jadi pengusaha batubara dll. Malah ada cewek yang cita-citanya TNI AL widiii manis banget yah!!!
Trus saya cerita apa artinya kerja keras, belajar giat juga termasuk kerja keras untuk never give up, dunia itu luas banget, sukses itu bukan selalu kaya materi…. Kata siswanya “Bapak saya guru nggak punya motor ninja, tetangga sama pemulung punya motor ninja!” Hehehe yaa memang anak-anak di level SD baru bisa lihat yang konkrit aja. Yang penting, jangan putus sekolah dan selalu jujur!

Waktu kelas berlangsung ada yang nanya ,”Mbak dulu pinter ya waktu SD?” Atau ,”Gimana sih caranya jadi penerjemah?”
Alhamdulillah saya bawa diagram step by step untuk jadi apapun!!! Saya bilang apapun, soalnya kalau di bagian kata ‘cita-cita’ diisi dengan profesi apapun yaaa bisa dijalankan!
Saya juga cerita sama mereka, kalau jadi profesi impian mereka memakan waktu lebih dari 10 tahun (kan mereka harus sekolah sampai lulus kuliah..) dan 10 tahun itu terasa lamaaaaa banget, mereka bisa mulai dengan membuat cita-cita jangka pendek.
Terus ada yang nanya, kalo jadi pramugari berarti cita-cita pendek saya itu bisa berenang mbak! Hehehhehehe imut-imut banget ya….

Tapi nggak semuanya happy story sih, ada juga lho anak perempuan kelas 5 yang udah merokok, ada juga yang nggak mau lanjut sekolah abis SD, ada anak yang mau jadi pemulung (siswanya mbak karina)
Kita yang ngajar harus bisa memberi alasan konkrit dan masuk akal anak SD. Kenapa sih ngerokok buruk? Yang ini mereka tau banget jawabannya. Jadi daripada ngulang yang mereka sudah tahu saya bilang aja, daripada ngerokok mending jajan nasi goreng bareng2 10,500 sebungkus rokok bisa beli 10 piring nasi goreng di sekolah, masih ada kembali 500 perak lagi! Kenyang, sehat pulak!

Akhirnya, saya tutup dengan membuat chaos chaos serentak sama siswa terus minta mereka menulis cita-cita di post-it terus ditempel di papan yang dibawa Mbak Karina. Ada yang nanya, ” boleh nulis lebih dari 1?” Terus ada juga yang nulis cita-cita lengkap sama hobbynya…😜
Rasanya mau deh ngajar di SD lain untuk memotivasi lebih banyak siswa untuk dream big! 💝

Diakhir hari, malah konyolnya banyak banget yang antri minta apa tebak??? Well nothing much, cuma tandatangan, nama sama nomor HP sayah….

Call me maybe kids?

20130223-173920.jpg

Siap-Siap Menginspirasi

Standard

nametagHoreee, saya keterima jadi volunteer di Kelas Inspirasi!!!

Langsung deh saya nge Path, nge Tweet terus pastinya juga update status di Facebook! Ternyata ada juga adik-adik kelas waktu kuliah di Jepang yang keterima adi Volunteer di Yogyakarta dan Jakarta, sedangkan saya tentu saja jadi volunteernya di my current hometown Suroboyo, Rek! And kita bertiga (kayaknya) memang punya ketertarikan yang sama “pembangunan lewat pendidikan” softskills, software, knowledge, attitude, dream… PENTING!

Briefing tanggal 9 Februari 2013. D-Day tanggal 20 Februari 2013. Evaluasi tanggal 23 Februari 2013.

What. Should. I.  Do/Prepare/Think of/Bring/Talk About/Show/Ask/Tell.  Now?

Terlalu bingung sama musti ngapain, akhirnya saya memutuskan untuk wait and see. Maksudnya wait sampai briefing datang dan sementara itu saya see dengan cara membaca SEMUA (Serius inih…., semua) blog, tweet, instagram dan berita tentang kelas inspirasi.

Jujur, saya nggak percaya diri banget untuk jadi guru jadi inspirator (err ini bahasa Indonesia ya bukan bahasa inggris) buat anak-anak SD. Saya bukan CEO Google, saya bukan masterchef, bukan Walikota Solo, bukan Miss Indonesia, bukan  professor penemu, bukan pula successful businessman. Bahkan cita-cita saya pun belum 100% terwujud… Saya; pegawai pemerintah asing, penerjemah, penerjemah tulisan untuk suatu penerbitan dan dosen honorer di salah satu universitas di Surabaya. Kalau dilihat dari profil volunteer lain, saya bukan high profile individual, jadi saya tidak percaya diri. Pengakuan abad ini.

Tapi saya punya semangat, saya passionate untuk bisa menginspirasi siswa/i SD. Bukan untuk menjadi seperti saya, tapi jadi seseorang yang jauh melebihi saya. Bahwa keberhasilan dan kebahagiaan seseorang dinilai dirasakan oleh diri sendiri. I won my battle (well, most of them) and I want Indonesian children to be equipped with the right power, attitude and knowledge to win their own battle! Bukankan seorang guru dinyatakan berhasil saat siswanya tidak memerlukan pelajarannya lagi?

And this is not about me, this is about them. Begitu kata Pak Hikmat Hardono.

Jadi saya luruskan niat, untuk menginspirasi.

Hari Briefing tiba, ketemu teman sekelompok dan kepala sekolah SD tujuan. Saya berada di kelompok 5 SDN Simo Mulyo 8 dengan kepala sekolah Ibu Armayanti. Teman satu kelompok saya adalah Pak Yahya Amin, orang utan eh… forester dari PERHUTANI yang cinta istri (well dia buat surprise event untuk ulangtahun istrinya di akhir sesi briefing dengan membawa buket bunga besar dan maju ke panggung hehehe). Pak Yahya Amin juga pengusaha perusahaan travel, distributor madu dan Alhamdulillah (menurut beliau lho ya..) gagal waktu mencalonkan diri jadi Bupati Rembang. Kelompok saya sebenarnya ada 1 lagi anggota namanya Ibu Meitha yang akhirnya mengundurkan diri dan diganti oleh Mbak Lucia Karina dari Jakarta J, Country Vice President of BlueScope Steel Indonesia Marketing and Solutions. Keren yah? Oh iya, ada lagi 2 volunteer photographer dan videographer, Mbak Dini Aiko (calon arsitek dari ITS) dan Mbak Fadilla (calon psikolog dari UBAYA)

Pulang briefing saya panik!

Akhirnya, Sabtu malam saya berhasil mendownload lagu-lagu jepang yang anak-anak Indonesia pasti tahu seperti Lagu OST Doraemon dan lagu-lagunya JKT 48 yang suka ada di iklan pocari sweat.

Trus, untuk alphazone saya modifikasi lagu KFC, Pizzahut, McDonald yang diajarkan waktu briefing dengan nasi goreng, onde-onde, escampur. Gayanya? Tentu full modifikasi!!! Selain lagu makanan, saya juga buat beberapa macam yell yell semangat biar nanti tidak bosan siswanya sama saya.

Abis itu buntu….

Minggu (10 Februari 2013) saya ke Gramedia, beli karton, cap lucu-lucu bergambar sapi dengan tulisan “great”, magnet, kertas origami sekitar 150 lembar, trus tiba-tiba terinspirasi untuk beli boneka tangan! Hmmm…. J Nemu boneka tangan rasanya kayak Hellen Keller waktu megang air terus bisa bilang “Water…” *lebay*

Image

Kelompok saya memutuskan untuk observasi ke sekolah sebelum hari H. Menurut saya, keputusan ini memang cerdas! Karena kalau belum tahu lokasi sekolah, dijamin nyasar untuk nemu SD Simo Mulyo 8.

Flashback, sebelum observasi (tanggal 16 Feb), 1 minggu kerja di kantor saya banyak korupsi waktu. Pertama, saya jadi banyak menghayal. Terus saya juga harus cari-cari informasi tentang cara menjelaskan pekerjaan pada anak usia SD, cari gambar-gambar yang bisa menjelaskan profesi saya dan tentu saja buat powerpoint yang lucu dengan tulisan sesedikit mungkin. Khayalan saya, kelas itu seperti panggung teater, harus ada story line dengan prolog, klimaks dan epilog. So, I wrote my scenario dan akhirnya berhasil membuat the so-called lesson plan yang lumayan rinci.

komik

Now, kembali ke cerita observasi. Kita janjian di McDonalds Mayjen Sungkono jam 7 pagi. Pas saya datang Fadilla sudah di sana makan bubur soalnya dia lagi sakit O, ow…. Tiba-tiba di BBM Grup Pak Yahya nulis, “ Manda kamu di mana saya sudah duduk di McD bagian luar nih!” Saya sama Dilla celingak celinguk bingung soalnya di seputar penjuru McD tidak menemukan sosok Pak Yahya. Tiba-tiba ada BBM di grup lagi, “Wah! Ternyata saya salah McD, saya malah ke McD Basuki Rahmat!” GUBRAK @___@

Singkat cerita, dengan mengandalkan GPS mobil Pak Yahya, kami (Pak Yahya, Dini, Saya dan Dilla) bergerak menuju area Sukomanunggal. Bagian muka memang sepertinya kawasan elit, ada hotel sommerset, ada restoran bintang 5, ada rumah sakit besar. Nah waktu masuk ke area Simo-nya… baru kerasa, agak marginal. Tanya-tanya sama 2 orang, akhirnya sampai lah kita di SDN Simo Mulyo 8 eh 9 eh 8… eh bingung kita, ternyata 2 SD itu berbagi lapangan (umm tebih tepat disebut gang parkir motor yang lebar kali ya?) yang sama.

Ibu Kepala Sekolah, Ibu Ar langsung mengenalkan kita ke siswa-siswa. Lagi ramai-ramainya ada yang nyeletuk, “Eh yang itu anggota Cherry belle ya?” Kelompok kita yang perempuan semua kecuali Pak Yahya, langsung ketawa. Saya juga menyempatkan diri untuk jajan di kantin dan ngobrol dengan penjaga kantin yang sekaligus penjaga sekolah. Harga nasi goreng seporsi lengkap dengan telur dadar di sana hanya RP 1000 SAJA! WOW!

Sekolah SDN Simo Mulyo 8 memiliki 5 ruang kelas dengan 10 rombongan belajar. Kelas 4-6 yang akan kami ajar totalnya ada 6 rombongan belajar, artinya kami akan mengajar 2 rombel per volunteer. Sekolahnya sendiri memang sederhana, but I’ve seen worse. Justru dari pengalaman saya bekerja sebagai pengelola hibah negara asing untuk salah satunya membangun gedung sekolah, yang penting itu bukan gedungnya, tapi niat belajar, motivasi dan semangat siswa dan gurunya.

Banyak siswa yang tidak mau sekolah, bukan karena biaya, tapi karena baik siswa maupun orangtua, tidak menganggap pendidikan itu penting untuk hidup. Kenyataan mengatakan bahwa banyak orangtua siswa yang berprofesi sebagai pengumpul sampah, pengumpul besi, pedagang yang tidak bersekolah tinggi namun secara materi lebih dari berkecukupan.

Ah, saya jadi makin semangat! Pokoknya, di Hari Inspirasi semoga saya bisa memberi hembusan semangat dan dorongan untuk para siswa bahwa lebih banyak kebaikan yang akan datang dengan sekolah setinggi mungkin dan bahwa dunia itu luas, kita harus mau menjelajahinya. Cie….Image

(Bukan) Penyuka Anak-Anak

Standard

Image

Saya tidak suka anak kecil. Bukan benci, hanya tidak tertarik saja.

Tapi anehnya, sepertinya hidup saya banyak bergelut di sekitar mereka, terutama dalam pendidikan. Waktu masih duduk di bangku SMP, saya harus jadi panitia Pekan Imunisasi Nasional (Orde Baru banget nggak sih bahasanya?) yang artinya saya menghabiskan waktu seminggu dikelilingi balita-balita yang menjerit, menangis, merangkak dan tertawa lebar. Sounds cute for some people, but not for me. Pengalaman dengan anak-anak terus menghantui saya di SMA (siapa yang cerdas banget buat posyandu jadi kegiatan OSIS??), waktu kuliah (emang nggak bisa nolak duit walau itu berarti harus nyanyi-nyanyi aneh ngajarin Bahasa Inggris ke bayi-bayi Jepang, yes bayi-bayi!), sampai… kemarin 20 Februari 2013.

 

Saya. Volunteer. Suka Rela. Jadi Guru SD. Di Kelas Inspirasi. Selama 4 Jam Pelajaran.

Jujur, saya sendiri kaget dengan keputusan untuk mendaftar untuk ikut Kelas Inspirasi. Informasi akan Kelas Inspirasi saya tahu dari Kakak saya yang mengupload lowongan ini di halaman SNS Path. Proses daftar nya hanya makan waktu 10 menit dengan mengisi formulir dan menulis essay tentang kenapa mau jadi volunteer.

Kenapa mau jadi volunteer?

Karena waktu saya kecil, kurang terinspirasi. Lulus SD pun belum punya cita-cita konkrit. SMP dan SMA alasan belajar dan melanjutkan pendidikan pun hanya karena that was the right thing to do, that was what my parents did when they were my age. Cita-cita saya datang belakangan, terinspirasi dari teman-teman seangkatan. Padahal, semakin dini cita-cita terbentuk, semakin awal pula kita bisa merencanakan langkah-langkah untuk mencapainya.

Karena saya percaya pada kata-kata “dream big”. Gantungkan cita-cita setinggi langit! Soalnya kalaupun meleset, jatuhnya masih di antara awan juga… Coba bayangkan kalau semua siswa SD se Indonesia punya cita-cita yang tinggi, betapa hebatnya masa depan Indonesia ini.

Karena kita sering lupa melihat proses yang seseorang lewati untuk mencapai keadaan saat ini. Keberhasilan itu tidak ada yang instan, harus ada determinasi, clear goal dan goodwill dalam proses pencapaiannya. Dari kecil kita harus sudah tahu bahwa keadaan Buruk atau Baik adalah hasil dari tindakan kita di masa lalu. Bahwa keberhasilan tidak hanya bertolak ukur pada materi dan jabatan, tapi juga kejujuran, kerja keras dan kemauan kita saat berproses. Jangan sampai saat kita mengingat proses yang sudah ditempuh, yang teringat itu kecurangan, kejahatan, keegoisan yang kita lakukan demi mencapai suatu tujuan. Masa lalu adalah tempat paling jauh, belum ada mesin yang bisa bawa kita ke sana.

Jadi saya daftar Kelas Inspirasi. Dan. Diterima.

 

Student’s Voice on Indonesia-Japan Relation

Standard

Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang

Oleh: Dhaniswari Ananta Ayu – 120810373

 

53 tahun sudah Indonesia dan Jepang menjalin hubungan diplomatis dan dari berbagai bentuk kerjasama tersebut terdapat beberapa peluang bidang kerjasama yang bermanfaat. Tak dapat dipungkiri bahwa pada awalnya belum terjalin hubungan kerjasama yang baik. Namun, semenjak 15 April 1958 terjalinlah hubungan kerjasama, Jepang mulai memberikan bantuan kepada Indonesia dari berbagai sektor bidang melalui pampasan.

Kini hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang telah mencapai usia lebih dari setengah abad, dan salah satu bidang kerjasama yang bermanfaat bagi kedua negara ialah kerjasama di bidang pendidikan dan kebudayaan. Mengapa pendidikan dan kebudayaan membawa pengaruh yang bermanfaat bagi kedua negara tersebut?

Seperti yang kita ketahui, kedua negara tersebut sudah banyak melakukan pertukaran mahasiswa guna saling mempelajari kebudayaan masing-masing. Jepang juga banyak memberikan peluang beasiswa bagi pelajar Indonesia yang berhasil lulus seleksi untuk belajar di negeri Sakura. Saat ini sekitar 1.000 orang Indonesia tengah belajar di Jepang untuk mengikuti pendidikan sarjana, master, dan doktor. Sebaliknya, banyak pula warga Jepang yang belajar di berbagai lembaga pendidikan Indonesia, terutama di bidang seni dan budaya (Seputar Indonesia, 21/1).

Apabila dilihat dari sudut pandang negara Indonesia, Jepang memiliki potensi serta kualitas. Perkembangan pendidikan serta teknologi Jepang pun bisa dikatakan bersaing dengan negara-negara di Eropa dan Amerika. Indonesia sebagai negara berkembang dituntut untuk banyak belajar terutama pada salah satu negara di Asia yang sudah maju.

 

Di Jepang sendiri tercatat 26 institusi atau universitas yang menyelenggarakan program-program pengenalan Indonesia. Contohnya pada Program Studi Indonesia Tokyo University of Foreign Studies (TUFS), sebuah universitas berbadan hukum milik negara yang terdepan dalam penyelenggaraan studi Indonesia di Jepang. Tiap tahun, dalam festival besar Gaigosaidi kampus, mahasiswa dan pengajar program studi itu berjuang memperkenalkan Indonesia kepada warga Jepang dalam wujud pementasan karya budaya, seperti drama, tari, dan masakan Indonesia. Mereka pun tak segan mengadakan aksi sosial, bahkan turun ke jalan, untuk menggalang dana bantuan bagi para korban bencana alam di Indonesia, seperti saat tsunami Aceh 2004 dan gempa bumi Jawa Tengah 2006 (Kompas, 4/11).

Sebetulnya masih banyak produk budaya yang dapat digunakan sebagai media pendekatan kultural untuk meningkatkan pengenalan akan budaya Indonesia dan Jepang. Kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang amat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan terhadap berbagai macam ancaman modern yang dianggap dapat menggoyahkan stabilitas keamanan kedua negara. Oleh karena itu, saat ini harus melakukan banyak pertukaran generasi muda guna memahami kebudayaan masing-masing negara. Dengan demikian akan timbul suatu pemahaman mengenai pentingnya kerja sama demi masa depan bersama.

Akan tetapi, selain hubungan kerjasama yang bermanfaat, terdapat kerjasama yang mendapatkan kritik dari berbagai pihak. Dalam bidang perdagangan, Indonesia yang berlimpah dengan sumber daya alam merupakan mitra yang penting bagi kebutuhan suplai bahan bakar Jepang sebagai negara dagang terbesar di Asia. Jepang banyak mengekspor berbagai teknologi ke Indonesia, sementara Indonesia mengekspor bahan bakar berupa gas alam, dan berbagai sumber daya alam lainnya.

Indonesia merupakan jalur perdagangan yang vital bagi Jepang, mengingat hampir sebagian besar kebutuhan akan bahan bakar melewati jalur Indonesia. Akan tetapi, apabila sumber daya alam Indonesia sudah tidak mampu untuk mensuplai bahan bakar yang dibutuhkan, apakah Jepang akan menemukan solusi untuk meremajakan kembali SDA di Indonesia sebagai tanggung jawab bersama agar tidak terjadi pola untung-rugi? Lalu, apakah tidak dipersiapkan alternatif lain untuk mengantisipasi dampak kesepakatan lingkungan dan perkembangan ekonomi energi kawasan? Mungkin pembangkit listrik tenaga nuklir dan mengarahkan pada pengembangan industri yang lebih hemat energi di Jepang atau Indonesia mulai melakukan penekanan untuk arus ekspor dapat menjadi solusi guna mengantisipasi permasalahan di atas.

Selain itu, Jepang menduduki peringkat pertama dalam jumlah akumulasi investasi terhadap Indonesia sehingga jumlah perusahaan Jepang di Indonesiapun kian bertambah. Tak dapat dipungkiri bahwa Jepang tampak lebih dominan sehingga Indonesia serasa lebih menjadi pihak yang dirugikan. Dalam kasus removal, atau peniadaan hambatan perdagangan berarti perluasan perdagangan yang biasanya dilakukan oleh para pihak yang bersangkutan, menggerakkan konsumen dari negara yang mengimpor barang dan jasa secara lebih murah. Di pihak produsen, negara pengekspor memperoleh laba dari hasil ekspor yang lebih besar, dan secara teoritik kemakmuran kedua negara yang mengadakan FTA – Free Trade Agreement (yang masih terdapat dalam kerangka IJEPA) akan membaik (Antara, 12/4).

 

Investasi otomotif Jepang di Indonesia terus melonjak.

Akan tetapi didapati dampak buruk yang terjadi dari realita yang ada, banyaknya industri Jepang di Indonesia membawa dampak yang kurang baik bagi polusi udara, air maupun suara. Asap kendaraan dari industri otomotifpun kurang ada yang menyadari bahwa apa yang menjadi keuntungan dari negara Jepang pada akhirnya menjadi sandungan bagi negeri kita. Daya konsumtif untuk membeli produk negeripun terasa berkurang, kita jauh lebih percaya pada produk ‘sony’ daripada karya anak bangsa. Memang industri termasuk dalam salah satu daftar yang memuat enam kategori program dan proyek tempat dana pampasan digunakan, akan tetapi dengan diawali dengan belajar dari teknologi Jepang, sekiranya Indonesia pun sudah seharusnya mampu untuk bertindak lebih bijak dalam penangan sektor industri dan perdagangan.

Kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang amat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan terhadap berbagai macam ancaman modern yang dianggap dapat menggoyahkan stabilitas keamanan kedua negara tersebut. Ancaman itu antara lain berupa isu lokal maupun global seperti bencana alam, flu burung, terorisme, radiasi nuklir dan bahaya kejahatan lintas negara. Hingga saat ini Indonesia dan Jepang terus berupaya untuk menangani isu-isu global tersebut.

Hubungan antara Jepang dan Indonesia dapat diarahkan dan ditingkatkan pada bidang-bidang hubungan kerjasama yang bermanfaat. Secara internal, pemahaman akan budaya masing-masing amat diperlukan guna menyatukan hati dan mengetahui pola pemikiran dari kedua negara. Contoh konkret dari kerja sama tersebut dapat dilihat bagaimana perdana menteri Jepang turut serta menghadiri KTT ASEAN, Bali Democracy Forum dan lain sebagainya.  Dengan adanya interaksi yang terjalin diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang makin luas untuk memaknai kemitraan strategis Indonesia-Jepang.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Seputar Indonesia. Edisi 21 Januari 2008

http://www.kompas.com, Edisi 4 November 2008

Antara News, Edisi 12 April 2010

Pemikiran Mahasiswa #2008 tentang hubungan Indonesia Jepang

Standard

Nama : Mey Malika NIM : 120810116

Q: 53 tahun sudah Indonesia dan Jepang menjalin hubungan diplomatis. Dari berbagai bentuk kerjasama yg anda pelajari di perkuliahan, kerjasama di bidang apa yang menurut anda paling bermanfaat? mengapa?

A: Menurut saya, bentuk kerja sama yang paling efektif adalah kerja sama dalam Bidang Sarana dan Prasarana. Sebab kerja sama pada bidang tersebut lebih dapat memberikan efek yang dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia secara langsung dan berkelanjutan. Selain itu untuk kedepannya hasil dari pembangunan sarana dan prasarana akan dapat diwariskan pada generasi berikutnya. Jepang baik secara antar pemerintah maupun melalui lembaga multilateralnya seperti JICA dan JBIC, telah banyak memberikan dana bantuan dan pinjaman kepada pemerintah Indonesia. Pada 2011 lalu setelah diadakan berbagai proyek berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana yang akan dilakukan Jepang di Indonesia antara lain pembangunan Tol Akses Tanjung Priok senilai Rp. 722,2 miliar, pinjaman JICA sebesar Rp. 12,7 triliun untuk membangun 15,5 kilometer Mass Rapid Transit (MRT) dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, dan pinjaman senilai Rp. 6 triliun bagi proyek double-double track (DDT) dari Manggarai ke Cikarang (32 km).

Q: Kerjasama Indonesia dan Jepang banyak mendapat kritik dari berbagai pihak. Menurut anda, kerjasama di bidang apa yg bisa anda kritik? Mengapa? Bagaimana sebaiknya?

A: Yakni kerja sama dalam bidang teknologi. Sumber daya manusia Indonesia yang siap untuk mengadopsi teknologi tingkat rendah dan menengah, tetapi dianggap belum siap untuk teknologi tingkat tinggi dan teknologi canggih. Meskipun dalam hal modal sepertinya tidak terlalu dipermasalahkan, namun kendala utama untuk transfer teknologi di industri komponen otomotif adalah kurangnya teknologi know-how, terbatasnya jumlah pekerja terampil, dan tidak tersedianya bahan. Selanjutnya kendala besar lainnya adalah, pakar Jepang cenderung lemah dalam bahasa asing. Hal terpenting dari transfer teknologi adalah transfer know-how dari negara industri ke Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan dua cara, mengirim pekerja Jepang yang berpengalaman untuk mengawasi pekerja Indonesia di Indonesia, khususnya di anak perusahaan Jepang atau perusahaan patungan. Kedua dengan mengirimkan Pekerja Indonesia ke pabrik-pabrik di Jepang dalam rangka pelatihan kerja untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman. Meskipun kedua cara sudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Jepang, namun, jumlah pekerja yang dikirim ke Jepang masih terbatas. Padahal dalam kasus mobil Timor, ratusan pekerja muda sudah dilatih di pabrik KIA di Korea. Menurut Dodik Kurniawan, seorang praktisi dan aktivis LSM WGTT (Working Group for Technological Transfer, dari sudut pandang transfer teknologi, Indonesia akan mengalami kesulitan melakukan transfer teknologi jika selalu membeli produk jadi dari luar negeri. Sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah dan sivitas akademika. Selain itu kita perlu melihat program bantuan teknis yang diberikan ke Indonesia oleh pemerintah Jepang. JICA telah mengadakan proyek dengan berbagai bantuan teknis di Indonesia, Namun, hanya sedikit melibatkan beberapa bentuk pengalihan teknologi industri dan keterampilan.

Q: Sebagai warga dunia, kita dapat melihat bahwa hubungan Indonesia Jepang memberi pengaruh pada isu-isu global. Menurut anda, bagaimana hubungan Indonesia dan Jepang dapat ditingkatkan agar dapat bermanfaat baik secara internal dalam negeri Indonesia Jepang maupun secara global?

A: Dalam meningkatkan hubungan Indonesia-Jepang kita masih harus belajar banyak dari Jepang, terutama dalam masalah soft skill seperti soal kedisiplinan, attitude, dan kepatuhan pada aturan. Hendaknya juga menitikberatkan pada peningkatan kemampuan sumber daya manusia(SDM) Indonesia yang rata-rata masih di bawah Jepang. Karena salah satu kunci sukses dalam proses merealisasikan berbagai program kerjasa sama dibutuhkan SDM yang memiliki intelektualitas hampir sejajar sehingga dalam berkomunikasi dapat dihasilkan saling pemahaman yang nantinya akan berujung pada dicapainya keberhasilan dari suatu kerja sama. Serta diperlukan saling memahami budaya pola pikir masing-masing pihak agar tercipta kelancaran pada saat saling berinteraksi. Selain itu diperlukan perluasan hubungan kerja sama pada bidang-bidang lain, seperti bidang kesenian dan kemanusiaan misalnya. Menurut Profesor Satryo Soemantri, mantan Dirjen Pendidikan Tinggi sekaligus visiting professor di Toyohashi University of Technology, hendaknya kerja sama tidak hanya pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi namun juga bidang seni dan kemanusiaan, mengingat pengalaman Jepang yang berhasil membangun negaranya dengan tradisi kerja keras dan norma-norma yang mereka miliki. Dalam rangka dukungan kemanusiaan bagi Palestina, Indonesia dan Jepang pernah bekerja sama dalam mendukung pembangunan di Palestina. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ASEAN plus 3, di Thailand, pada Oktober 2009, Indonesia dan Jepang telah bekerjasama untuk memberikan bantuan kapasitas dan pelatihan teknis untuk Palestina, di bidang pertanian, kesehatan, dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Kerjasama ini merupakan bentuk dukungan konkrit bagi pembangunan di Palestina. Diharapkan untuk kedepannya semoga berbagai program kerja sama antara Indonesia-Jepang nantinya dapat bermanfaat baik secara internal bagi Indonesia dan Jepang, maupun secara global.

 

Sumber Pustaka

Aris, Achmad. “Proyek Kerjasama RI-Jepang Terancam Molor”. Dalam http://aude23.wordpress.com/ . Di akses tanggal 10 Januari 2012.

Ma’ruf, Anas. lihat “Bisnis Inkubator: Universitas Berbasis Transfer Teknologi”. Pada Seminar Transfer Teknologi Jepang-Indonesia di Institut Teknologi Bandung, 27 Maret 2008.

Okamoto, Yumiko. Pengembangan Teknologi di Indonesia. Kertas Kerja No 124. Stockholm, Swedia. Mei 2001.

Tarmidi, Lepi T. Indonesian Industrial Policy for the Automobile Sector with Focus on Technology Transfer. Makalah ini dipresentasikan pada lokakarya Institut Internasional untuk Studi Asia di Leiden, Belanda, 11-12 Oktober 2001.

Sherlita, Wella. Indonesia Bangun Kerjasama dengan Jepang bagi Kemajuan Palestina. Dalam berita di http://www.voanews.com/ . Jakarta, Rabu, 13 Juli 2011. Di akses tanggal 10 Januari 2012.

“Indonesia-Japan Cooperation to Create Innovative Human Resource for Sustainable Development”. Press Release One Day Seminar, Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang), 2010. Dalam http://www.ppijepang.org. Di akses tanggal 10 Januari 2012.